Kamis, 30 November 2017

Pembulatan dan Penaksiran

Kali ini kita akan belajar tentang pembulatan dan Penaksiran. Materi ini bukan lah materi yang sulit, Pembulatan dan Penaksiran sering kali terjadi di kehidupan kita sehari-hari misalnya ketika kita akan memperkirakan harga barang dan memperkirakan hasil dari suatu perhitungan misalnya itu disebut dengan penafsiran, dan hasil dari Penafsiran/perkiraan tersebut seringkali dilakukan Pembulatan. mari kita pelajari lebih dalam tentang Pembulatan dan Penaksiran perhatikan materi berikut ini :

Pembulatan Bilangan 

Berikut ini aturan dalam pembulatan bilangan

1. Pembulatan Bilangan ke Satuan Terdekat

Apabila kita akan melakukan pembulatan bilangan satuan terdekat kita harus memperhatikan angka pada persepuluhan atau angka dibelakang koma. Jika angka tersebut kurang dari 5 (4,3,2,1) maka bilangan dibulatkan kebawah atau angka dibelakang koma di hilangkan
Contoh : 
1,3 ( angka 3 kurang dari 5) maka dibulatkan menjadi 1 Namun jika angka tersebut lebih atau sama dengan 5 (5,6,7,8,9) maka bilangan dibulatkan ke atas atau satuan ditambah 1
1, 6 (angka 6 lebih dari 5) maka dibulatkan menjadi 2

2. Pembulatan Bilangan ke Puluhan Terdekat

Apabila kita akan melakukan pembulatan bilangan puluhan terdekat kita harus memperhatikan angka pada satuan. Jika angka tersebut kurang dari 5 (4,3,2,1) maka bilangan dibulatkan kebawah atau angka satuan di hilangkan.
Contoh :
24 (angka 4 kurang darai 5) maka dibulatkan menjadi 20 Namun jika angka tersebut lebih atau sama dengan 5 (5,6,7,8,9) maka bilangan dibulatkan ke atas atau puluhan ditambah 1
27 (angka 7 lebih dari 5) maka dibulatkan menjadi 30

3. Pembulatan Bilangan ke Ratusan Terdekat

Apabila kita akan melakukan pembulatan bilangan ratusan terdekat kita harus memperhatikan angka pada puluhan. Jika angka tersebut kurang dari 5 (4,3,2,1) maka bilangan dibulatkan kebawah atau angka puluhan dihilangkan.
Contoh : 
345 (angka 4 kurang dari 5) maka dibulatkan menjadi 300 Namun jika angka tersebut lebih atau sama dengan 5 (5,6,7,8,9) maka bilangan dibulatkan ke atas atau ratusan ditambah 1
365 (angka 6 lebih dari 5) maka dibulatkan menjadi 400
Ayo Berlatih 

1. Bulatkan ke satuan terdekat
    a. 1,7   =
    b. 8,9   =
    c. 12,3 =
2. Bulatkan ke puluhan terdekat
    a. 56  =
    b. 94  =
    c. 25  =
3. Bulatkan ke ratusan terdekat
    a. 185  =
    b. 576  =
    c. 141  =

Menaksir Hasil Operasi Hitung Dua Bilangan

Ada tiga cara menaksir hasil operasi hitung, Pertama taksiran atas, Kedua taksiran bawah, dan Ke tiga taksiran terbaik. Mari kita pelajari bersama-sama.

1. Taksiran Atas

Taksiran atas dilakukan dengan membulatkan ke atas bilangan-bilangan dalam operasi hitung, tanpa memperhatikan angka satuannya.
Contoh: Tentukan hasil dari operasi hitung 34 × 78.
Jawab: Karena taksiran atas, maka setiap bilangan puluhan dibulatkan ke atas.
34 dibulatkan ke atas menjadi 40
78 dibulatkan ke atas menjadi 80
Jadi, taksiran 34 × 578 adalah 40 × 80 = 3200

2. Taksiran Bawah 

Taksiran bawah dilakukan dengan membulatkan ke bawah bilangan-bilangan dalam operasi hitung, tanpa memperhatikan angka satuan
Contoh: Tentukan hasil taksiran bawah dari operasi hitung 34 × 78
Jawab: Karena ini taksiran bawah, maka bilangan puluhan dibulatkan ke bawah.
34 dibulatkan ke bawah menjadi 30
78 dibulatkan ke bawah menjadi 70
Jadi, taksiran 34 × 78 adalah 30 × 70 = 2100

3. Taksiran Terbaik 

Taksiran terbaik dilakukan dengan cara membulatkan bilangan-bilangan dalam operasi hitung menurut aturan pembulatan, dimana kita harus memperhatikan nilai satuan atau nilai puluhan,maupun nilai ratusan dan sebagainya. Jika angka kurang dari 5 (4,3,2,1) maka angka pada pembulatan dihilangkan dan jika angka lebih dari 5 (5,6,7,8,9) maka angka pada pembulatan ditambah 1 baik puluhan,ratusan,maupun ribuan dan sebagainya
Contoh: Tentukan hasil taksiran terbaik dari operasi hitung 34 × 78
Jawab: 34 menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 30
78 menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 80
Jadi, taksiran34 × 78 adalah 30 × 80 =2400
Demikianlah materi penaksiran semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari hari...SEMANGAT...
Ayo Berlatih
1. tentukan taksiran kebawah dari bilangan berikut
    12 x 23
    75 - 46 
    34 + 18
2.  tentukan taksiran keatas dari bilangan berikut
    67 x 42
    25 - 16 
    39 + 18
3.  tentukan taksiran terbaik dari bilangan berikut
    82 x 13
    75 - 26 
    85 + 15

Senin, 30 September 2013

Soal Latihan Tes CPNS 2013

Download link berikut: Soal Latihan Tes CPNS 2013

Materi Pembelajaran Matematika Kelas X Pada Kurikulum 2013

Mengenai materi ajar Matematika di kelas X ada perbedaan antara Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Kurikulum 2013 ini. Dari materi tersebut untuk kurikulum 2013 materi yang akan dipelajari oleh siswa lebih banyak dibandingkan dengan KTSP yaitu secara keseluruhan ada 12 materi pokok. Sementara di KTSP hanya 6 pokok bahasan yaitu;
  1. Pangkat, akar, dan logaritma. 
  2. Fungsi kuadrat dan pertidaksamaan kuadrat. 
  3. Persamaan dan pertidaksamaan Linear. 
  4. Logika Matematika. 
  5. Trigonometri
  6. Demensi Tiga. 
 Adapun materi pokok matematika di kelas X untuk kurikulum 2013 adalah :
  1. Eksponen dan Logaritma. 
  2. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear. 
  3. Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan linear
  4. Matriks.
  5. Relasi dan Fungsi
  6. Barisan dan Deret.
  7. Persamaan dan Fungsi Kuadrat
  8. Trigonometri.
  9. Geometri.
  10. Limit Fungsi.
  11. Statistika. 
  12. Peluang. 

 Jika kita lihat dari masing-masing materi pokok tersebut ternyata ada materi-materi yang di KTSP dipelajari di kelas X yaitu Limit Fungsi, Statistika, dan Peluang. Dan ada juga materi-materi yang baru dipelajari di kelas XII yaitu Matriks serta Barisan dan Deret. Kemudian hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran pada kurikulum 2013 yang ditekankan adalah pengalaman belajar yang dialami oleh siswa. Sehingga hasil belajar yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran siswa antara lain :
  1. Produk : Konsep dan prinsip-prinsip yang terkait dengan materi pokok 
  2. Proses : Apersepsi budaya, interaksi sosial dalam penyelesaian masalah, memodelkan masalah secara matematika, merencanakan penyelesaian masalah, menyajikan hasil kerja dan menganalisis serta mengevaluasi kembali hasil penyelesaian masalah. 
  3. Kognitif : Kemampuan matematisasi, kemampuan abstraksi, pola pikir deduktif, berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis, dan berpikir kreatif). 
  4. Psikomotor : Keterampilan menyelesaikan masalah, ketrampilan berkolaborasi, kemampuan berkomunikasi. 
  5. Afektif : Menghargai budaya, penerimaan individu atas perbedaan yang ada, bekerjasama, tangguh menghadapi masalah, jujur mengungkapkan pendapat dan senang belajar matematika. 

 Untuk lebih lengkap mengenai materi matematika kelas X ini anda dapat download buku pegangan guru dan siswa.

Sabtu, 28 September 2013

Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS Kemenhut 2013

Sehubungan dengan Surat Menpan RB No. B/2893/MPAN-RB/9/2013 Tanggal 16 September 2013 perihal persiapan pelaksanaan pengadaan CPNS 2013 yang menyebutkan bahwa daftar nama pelamar (final) yang akan mengikuti seleksi harus disampaikan ke Menpan RB dan BKN paling lambat tanggal 7 Oktober 2013 maka dengan ini kami sampaikan bahwa pengumuman hasil seleksi administrasi yang pada awalnya akan diumumkan tanggal 28 September 2013 diundur selambat - lambatnya tanggal 8 Oktober 2013.
Pelaksanaan TKD melalui ujian tertulis direncanakan pada tanggal 3 November 2013.

Info selengkapnya dapat dilihat dan diikuti di http://cpnsonline.dephut.go.id

Selasa, 24 September 2013

Materi Test Kompetensi Dasar (TKD) CPNS

Kisi-kisi Materi tes kompetensi dasar (TKD) PNS meliputi :
  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi:
  1. Pancasila
  2. Undang Undang Dasar 1945
  3. Bhineka Tunggal Ika 
  4. Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (sistem tata negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa indonesia secara baik dan benar).
  • Tes Intelegensi Umum (TIU) dimaksudkan untuk menilai : 
  1. Kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis, 
  2. Kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka. 
  3. Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis, 
  4. Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik. 
  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk menilai: 
  1. Integritas diri, 
  2. Semangat berprestasi, 
  3. Kreativitas dan inovasi, 
  4. Orientasi pada pelayanan, 
  5. Orientasi kepada orang lain, 
  6. Kemampuan beradaptasi, 
  7. Kemampuan mengendalikan diri, 
  8. Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, 
  9. Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, 
  10. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan 
  11. Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain. Kisi-kisi Materi tes kompetensi Bidang (TKB) disusun dan ditetapkan oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional, misalnya untuk Guru oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk Medis paramedic oleh Menteri Kesehatan, dan Iain-lain sesuai jabatan fungsional.